TATA BOGA

TATA BOGA

  • Kegiatan ini ada berawal dari bakat santri dalam bidang masak-memasak yang perlu dikembangkan oleh pengurus pengembangan bakat dan minat. Mulanya, kegiatan ini dilaksanakan dengan sistem kursus, namun di masa kepemimpinan ustadzah Layyinah Sajjad periode 2004-2005, kegiatan ini mulai diformat dengan sistem lomba.
  •  
  • Biasanya kegiatan ini dilaksanakan setiap minggu, tepatnya hari Rabu. Format pelaksanaanya dibentuk kelompok, setiap satu kelompok terdiri dari 10-15 santri dengan didampingi 1-2 pengurus sebagai pengoordinir jalannya kegiatan. Kelompok terbaik akan diumumkan di akhir periode, bertepatan dengan acara penutupan aktivitas.
  •  
  • Pada akhir periode, biasanya pengurus Div. Pengembangan Bakat dan Minat mengadakan tata boga akbar, dengan mengundang orang yang lebih ahli, hal ini bertujuan untuk memberikan inspirasi bagi santri untuk terus berinovasi dan belajar dalam dunia masak-memasak. Di akhir dekade ini, tata boga akbar sudah  dipimpin langsung oleh pengurus Pengembagan Bakat dan Minat sendiri.         

CLUB CINTA SHALAWAT

CLUB CINTA SHALAWAT

  • Kegiatan ini telah ada sejak kepengurusan  PPA Latee 1 masih menggunakan sistem kepengurusan tunggal. Kegiatan ini merupakan kegiatan mingguan yang dilaksanakan setiap malam Selasa, mushalla Azzahro’ setelah shalat berjamaah Maghrib sampai azan Isya’ dikumandangkan.
  •  
  • Dihadiri oleh seluruh santri dan dibimbing oleh pengurus yang bertugas. Shalawat yang diajarkan sangat bervariasi, mulai dari shalawat diba’ hingga shalawat yang berbau nasyid islami namun tanpa menggunakan alat musik. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui, mengklasifikasi sekaligus membina santri yang mempunyai kemampuan atau bakat dalam bidang shalawat. Selain itu juga bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan santri untuk selalu bershalawat kepada Nabi.
  •  
  • Pada masa kepemimpinan ustazah Lailatul Qomariyah, tepatnya awal tahun 2020, kegiatan ini kemudian dikembangkan menjadi sebuah komunitas bernama Club Cinta Shalawat. Beranggotakan 7 orang, yang memang mendapatkan pembinaan khusus untuk dapat tampil sewaktu-waktu mengisi kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan pondok pesantren.

CAFE LATTE 52

CAFE LATTE 52

  • SEJARAH
  • Café Latte 52 adalah komunitas menulis yang berada di pondok pesantren Annuqayah Latee 1. Nama tersebut dibentuk atas kebiasaan rutinitas mingguan anggota setelah berdiskusi atau membuat karya sastra yang diakhiri dengan minum kopi panas bersama, sedangkan 52 adalah angka gabungan dari tanggal bulan dan tahun Café Latte 52 diresmikan, yaitu 16 Januari 2015.
  •  
  • Pada awalnya, komunitas ini fokus di bidang sastra Indonesia. Tetapi karena mempertimbangkan beberapa hal, komunitas ini juga mulai menggeluti sastra Bahasa Madura sejak tahun 2018. Café Latte 52 ini pada awalnya, (periode 2014/2015) berada di bawah naungan pengurus pondok pesantren Annuqayah Latee 1 div. Informasi dan Publikasi. Tetapi pada tahun 2016 atas kebijakan pengurus pusat, Café Latte 52 pindah asuh dari div. Informasi dan Publikasi ke bawah naungan pengurus div. Pengembangan Bakat dan Minat Pondok Pesantren Annuqayah Latee 1.
  •  
  • VISI DAN MISI
  • VISI:
  • Mewadahi pecinta sastra di pondok pesantren Annuqayah Latee 1
  • MISI:
  • – Membiasakan santri mengapreasisasi karya sastra.
  •  
PROGRAM
  • Sebagai komunitas sastra, Cafe Latte 52 memiliki program yang bertujuan untuk mengembangkan potensi seluruh member dalam dunia kesusastraan, program tersebut adalah:
  • Menulis Puisi
  • Kegiatan ini merupakan kegiatan yang diprogramkan oleh Biro Pengembangan kepenulisan untuk meningkatkan kualitas karya member Café Latte 52. Kegiatan ini dilaksanakan setiap malam, puisi yang sudah dihasilkan oleh seluruh member wajib disetor kepada ketua Café Latte 52 sebelum pukul 22.00 WIB.
  • Sekolah Sastra
  • Sekolah sastra ini diprogramkan dengan tujuan menambah kompetensi member dalam menulis karya sastra. Kegiatan ini dibimbing langsung oleh kiai M. Faizi, M.Hum yang dilaksanakan di dhalem beliau. Adapun waktunya sesuai dengan waktu yang ditentukan oleh pembimbing.
  • Bedah Karya
  • Kegiatan ini dilaksanakan setiap minggu. Karya yang dibedah dalam kegiatan ini adalah karya member Café Latte 52. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih tanggung jawab member Café Latte 52 terhadap karya yang telah dihasilkan.
  • Diskusi sastra
  • Kegiatan ini dilaksanakan setiap setengah bulan bergantian dengan kegiatan bedah puisi. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih cara berfikir dan tata bahasa yang baik dan benar. Materi yang didiskusikan pada kegiatan ini adalah hal-hal seputar sastra, baik tokoh, pemikiran tokoh dan karya-karya yang berkualitas.
  • Menerbitkan buletin
  • Kegiatan ini juga merupakan program Biro Pengembangan kepenulisan, yang bertujuan untuk meningkatkan rasa percaya diri member Café Latte 52 atas karyanya masing-masing. Juga agar seluruh member berlomba-lomba untuk menciptakan tulisan terbaik agar terpilih oleh penyeleksi (Bapak Sattar Syam). Kegiatan ini dilaksanakan dua kali dalam satu periode.
  • Peringatan Hari Jadi
  • Kegiatan ini bertujuan untuk memupuk kembali semangat member Café Latte 52 dalam hal tulis menulis, dan semakin mempererat solidaritas antar member.
  • Kunjungan ke Perpustakan Pribadi Alm. K. M. Zamiel el-Muttaqien.
  • Kegiatan ini dilaksanakan setiap setengah bulan, bertujuan untuk menambah wawasan member Café Latte 52 dengan membaca karya penulis-penulis hebat yang tersedia di perpustakaan pribadi Alm. K. M. Zamiel el-Muttaqien.
  • Kunjungan ke Komunitas Tore Maos di Sumenep.
  • Kunjungan ini dilakukan setiap kali liburan Pondok Pesantren Annuqayah. Ketika melakukan kunjungan member Cafe Latte 52 bersama anggota tore maos berdiskusi.
  • Menempelkan Karya Member di Mading Latee 1
  • Kegiatan ini dilaksanakan setiap minggu, karya yang ditempelkan berupa puisi
  • Penerimaan Anggota Baru
  • Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada santri Latee 1, yang mempunyai bakat dalam hal tulis menulis, juga untuk menambah generasi member Café Latte 52.
  • Mengirimkan karya member ke media
  • Kegiatan ini dilaksanakan setiap satu minggu.
  •  
PRESTASI-PRESTASI
  • Beberapa karya member berhasil dimuat di media:
  • -Jawa Pos Radar Madura
  • -Koran Kabar Madura
  • -Kabar Sastra Madura
  • -Suara Merdeka
  • -Koran Madura Online
  • -Id
  • -Infitah
  • -Hijrah
  • -Inspirasi
  • -Hikayat
  • -Cendekia
  • -Sagra

KOMUNITAS DESIGN & DEKORASI

KOMUNITAS DESIGN & DEKORASI

  • Komunitas Design Dekorasi merupakan sebuah tim yang bergerak dalam bidang event organizer dan tata ruang. Dibentuk pada tanggal 18 Desember 2019 di masa kepemimpinan ustadzah Lailatul Qomariyah yang pertama (2019-2020), di bawah naungan pengurus pengembangan bakat dan minat. Tim ini lahir atas dasar pemikiran tentang pentingnya mempunyai pengetahuan manajemen tempat atau acara serta untuk mewadahi santri yang mempunyai kemampuan berkreasi dalam bidang tersebut untuk belajar bersama tentang penataan acara atau ruang, dengan dibantu oleh pembimbing. Pemilihan anggota dalam komunitas ini dipilih langsung oleh pengurus pengembangan bakat dan minat. Sejak pertama kali dibentuk, Komunitas Design Dekorasi ini sangat membantu terhadap kelancaran dan kesuksesan acara, beberapa kali telah mendalangi dekorasi dan tata ruang untuk kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan pondok pesantren.
  •  
  • Kegiatan komunitas ini meliputi; merancang konsep acara, mulai dari format dekorasi, tempat duduk audiens, bahkan sampai hidangan yang akan disajikan, atau mewujudkan konsep yang telah dirancang oleh pihak kedua. Dalam merencanakan suatu konsep acara, anggota komunitas ini biasanya melakukan musyawarah bersama dengan pembimbing dan pihak kedua (clien), atau pihak kedua memberikan deskripsi tentang acara yang akan diselenggarakan, kemudian tim akan menyesuaikan formatnya dan mempresentasikannya pada pihak kedua (clien). Dalam penataan ruang, komunitas ini bekerja sama dengan dengan KPL (Komunitas Peduli Lingkungan) dan komunitas Daur Ulang Sampah.

 

KOMUNITAS DAUR ULANG SAMPAH

KOMUNITAS DAUR ULANG SAMPAH

  • Merupakan sebuah komunitas yang fokus utamanya adalah mengelola dan mendaur ulang sampah. Format  kegiatan ini berbentuk kursus, dibimbing oleh pengurus PPA. Latee 1. Komunitas ini pertama kali ada dalam masa kepemimpinan ustadzah Lailatul Qomariyah yang pertama (2019-2020).
  •  
  • Menumpuknya sampah di PP. Annuqayah menjadi cikal bakal lahirnya Komunitas Daur Ulang Sampah ini. Sejauh ini, sampah yang dikelola hanya yang bersifat plastik snack saja. Komunitas ini sudah menghasilkan beberapa karya, seperti tas, dan bunga. Pemilihan anggota dari komunitas ini tanpa melalui seleksi (sukarelawan). Santri yang mempunyai bakat mendaur ulang sampah atau kemauan dalam visi menyelamatkan bumi maka diperkenankan untuk bergabung. Mereka menjalin kerjasama dengan KPL (Komunitas Pecinta Lingkungan) guna mendapatkan bahan (plastik snack).   

KOMUNITAS TATARIAS

  • Komunitas ini juga merupakan komunitas yang baru saja dibentuk, nyaris bersamaan dengan KPL, Komunitas Daur Ulang Sampah, dan Komunitas Design & Dekorasi, yakni tepatnya pada Januari 2020. Komunitas ini didirikan untuk mewadahi santri-santri yang memiliki bakat dalam bertatarias, serta untuk memudahkan panitia saat ada penampilan dalam sebuah event. Biasanya, komuniats tatarias diundang untuk menyalurkan bakat dan jasa mereka kepada peserta penampilan. Diharapkan, Komunitas Tatarias dapat terus berkembang hingga menjadi tatarias pengantin dan menjadi unit usaha jasa yang milik PPA. Latee 1.
  •  
  • Anggota dari komunitas ini dipilih oleh pengurus Div. Pengembangan Bakat Minat tanpa ada seleksi. Peralatan yang digunakan adalah alat-alat make up milik para anggota (pribadi), karena umumnya mereka yang menjadi anggota adalah mereka yang memang menggemari tatarias dan memiliki bahan-bahan yang cukup untuk dipakai tatarias dasar. Selain itu juga didapat dari alat-alat make up santri yang sebenarnya telah dilarang, oleh karenanya pengurus Div. Kemanan dan Ketertiban mengamankan barang-barang yang tidak diperbolehkan, termasuk peralatan make up. Maka kemudian, peralatan itu digunakan sebagai pelengkap dari alat yang dibutuhkan untuk tatarias.