KESEHATAN

KESEHATAN

  • Dalam upaya meningkatkan kesadaran hidup sehat dan peka terhadap hal-hal yang membahayakan diri dan lingkungan sekitar, PPA. Latee II memiliki beberapa langkah-langkah dalam  merealisasikannya. Komitmen hidup sehat dan memberikan pelayanan kesehatan yang baik bagi seluruh santri menjadi prioritas utama. Beberapa kegiatan tersebut adalah:
  •  
  • Senam Santri; diadakan di depan musalla setiap hari jumat setelah selesai kerja bakti dan bersih-bersih. Format senam digilir setiap blok. Sifatnya wajib bagi blok tertentu dan boleh bagi blok yang bukan gilirannya untuk ikut serta. Senam santri bertujuan untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh.
  •  
  • Pembuatan Jamu Tradisional; kegiatan mengolah jamu tradisional seperti kunyit, jahe, dan temu lawak menjadi ekstrak jamu tumbuk, kering dan siap saji yang lebih awet dalam penyimpanannya. Selain untuk menyediakan jamu tradisional untuk santri yang sakit, pengolahan jamu ini juga bertujuan melatih santri tentang tata cara membuat obat-obatan tradisional. Pembuatannya pun sifatnya wajib dan bergiliran setiap blok dengan bahan mentah 1-2 kilo setiap pembuatan. Pembuatan dan pengolahan jamu diadakan setiap minggu pada hari jumat pagi.
  •  
  • Penyuluhan Kesehatan; kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun oleh Departemen Kesehatan dengan mengundang pembicara yang ahli di bidang kesehatan. Penentuan pembicara biasanya sesuai dengan tema/isu kesehatan yang akan diangkat dan dibahas serta melihat pembicara yang ahli di bidang tersebut. Misalnya tema yang sudah pernah dibahas adalah tentang kesehatan alat reproduksi, pentingnya merawat dan menjaga kebersihan diri dan lingkungan, sampai pada tema keperempuanan seperti kecantikan diri. Hal ini bertujuan menambah wawasan santri dalam bidang kesehatan serta menumbuhkan kesadaran santri akan pentingnya kesehatan.
  •  
  • Kontrol Kebersihan Kuku; dilakukan setiap setengah bulan sekali. Tetapi pelaksanannya lebih sering ketika santri akan berangkat sekolah dan menjelang liburan karena lebih mudah dalam pengontrolannya. Santri PPA. Latee II dilarang memanjangkan kuku kecuali satu jari saja dan tidak terlalu panjang. Mewarnai kuku (maupun menghias tangan) dengan henna, kutek ataupun sejenisnya tidak diperbolehkan kecuali untuk kepentingan menikah.
  •  
  • Penanaman TOGA (Tanaman Obat Keluarga); bertujuan untuk memenuhi dan memudahkan santri ketika membutuhkan obat herbal siap saji seperti kunyit, daun beluntas, cocor bebek dan sebagainya.
  •  
  • Menyediakan Obat Tradisional dan Generik; hal ini untuk memenuhi kebutuhan santri yang sakit sebelum dibawa ke ponkestren atau puskesmas. Selain itu, tujuan lainnya adalah sebagai penanganan pertama bagi santri yang sakit sehingga tidak perlu dibawa pulang. Obat yang disediakan pun beragam sesuai dengan sakit yang paling banyak dikeluhkan santri. Misalnya sakit kepala, panas, sakit perut, muntaber, mensley, sakit gigi, dan sebagainya. PPA. Latee II juga menyediakan perlengkapan kotak P3K untuk menangani santri yang mengalami luka.

 

Prosedur Penanganan Santri yang Sakit

  • Seperti yang disebutkan sebelumnya, bahwa penanganan pertama bila ada santri PPA. Latee II yang sakit maka kantor pesantren menyediakan obat tradisional, generik maupun herbal untuk diambil sesuai dengan sakit yang diderita. Jika dalam beberapa hari keadaannya masih tetap, pemeriksaan ke ponkestren atau puskesmas terdekat kemudian dianjurkan. Karena perawatan dan penanganan di ponkestren baik rawat jalan maupun rawat inap sudah tersedia 24 jam, maka rekomendasi untuk pulang masih tidak diperoleh. Baru jika seluruh prosedur dilalui dan keadaan sakitnya tetap atau semakin parah, pengurus kesehatan akan melayangkan memo yang menyatakan santri tersebut sudah boleh dan layak dibawa pulang.

LINGKUNGAN HIDUP

KEBERSIHAN DAN LINGKUNGAN HIDUP

  • Kebersihan erat kaitannya dengan kesehatan. Oleh karena itu, kebersihan merupakan salah satu faktor yang sangat penting untuk diperhatikan. Untuk mendukung tercapainya hal tersebut, Latee II mempunyai beberapa program terkait kebersihan yang ditangani Pengurus Departemen Kebersihan dan Keindahan. Secara umum, departemen ini bertujuan untuk menciptakan, menjaga, dan memelihara kebersihan lingkungan PPA. Latee II. Beberapa upaya tersebut adalah:
  •  
    • Pilah Sampah Organik dan Anorganik; salah satu yang termasuk anorganik adalah memilah sampah botol plastik dan kardus. Pesantren menyediakan wadah khusus untuk pembuangan sampah pilah khusus botol dan kardus. Program ini memiliki tujuan untuk memanfaatkan kembali hasil yang diperoleh dari pemilahan sampah tersebut yang mana hasilnya dimasukkan ke kas PPA. Latee II.
    •  
    • Kerja Bakti; kegiatan membersihkan seluruh lingkungan PPA. Latee II setiap minggu yaitu hari jumat pagi. Kegiatan ini dilaksanakan untuk menciptakan lingkungan yang asri dan bersih yang dikoordinir oleh pengurus Departemen Kebersihan dan Keindahan.
    •  
    • Menguras dan Membersihkan Bak Kolam dan Bak Kamar Mandi; Kegiatan ini dilaksanakan setiap setengah bulan sekali dengan tujuan untuk memelihara kebersihan bak kolam ataupun kamar mandi yang ada di PPA. Latee II.
    •  
    • Lomba Kebersihan dan Kerapian Kamar; bentuk apresiasi pengurus pesantren terhadap santri PPA. Latee II yang konsisten memerhatikan dan menjaga kebersihan lingkungannya. Pengontrolan pada setiap kamar dilakukan setiap hari kamis oleh Pengurus Departemen Kebersihan. Di akhir periode, tepatnya ketika Penutupan Aktifitas PPA. Latee II pemenang lomba diumumkan.
    •  
    • Piket Harian; piket yang sifatnya harian dan telah ditentukan oleh Pengurus Kebersihan bagi setiap kamar. Seperti menyapu halaman depan kamar masing-masing, halaman area dhalem, membuang sampah, membersihkan dan menyikat area kamar mandi dan kolam. Untuk mengontrol dilaksanakannya piket harian di setiap kamar, pengurus kebersihan membentuk ‘piket keliling’ yang terdiri dari pengurus pesantren selain divisi kebersihan.