KEAMANAN DAN KETERTIBAN

KEAMANAN DAN KETERTIBAN

  • PPA. Latee II lewat Departemen Keamanan dan Ketertiban bertujuan menciptakan suasana tertib dan aman bagi santri, menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban, dan menyelesaikan masalah dengan penuh kekeluargaan. Sebenarnya banyak sekali program pengurus kamtib yang terkumpul dalam sepuluh bab dengan poin kewajiban-kewajiban, larangan-larangan, anjuran, dan aturan tambahan. Namun semua itu tidak mungkin satu persatu dijelaskan dalam tulisan singkat ini. Beberapa di antaranya ialah:
  • – Sosialisasi Tata Tertib; sosialisasi tatib menjadi tindakan preventif dan urgensi tersendiri bagi terealisasinya seluruh program dan peraturan yang ada di PPA. Latee II. Ada tiga objek yang perlu disampaikan dan diberi pemahaman tentang tatib: wali santri, santri baru, dan santri yang sudah lama. Sosialisasi tatib kepada wali santri biasanya dilaksanakan ketika Temu Wali Santri, baik secara keseluruhan atau hanya wali santri baru. Ketika objeknya santri baru maka sosialisasi diadakan ketika BINASABA, pun untuk santri lama diadakan sosialisasi tatib ke setiap kamar setelah Pembukaan Aktifitas pesantren digelar.
  • – Koordinasi Dengan Keamanan Daerah Atau Organisasi; hal ini untuk memudahkan pengawasan terhadap santri Latee II ketika berada di luar lingkungan PPA. Latee II serta koordinasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban antar daerah dan organisasi lain
  • – Rekapitulasi Kepulangan; mendata poin kepulangan santri yang dalam satu periode memiliki tiga poin pulang selain pulang karena sakit. Selain itu, rekapitulasi juga berlaku bagi kepulangan santri yang melebihi ketentuan, terlambat kembali, tidak memperpanjang izin maupun tidak sesuai dengan prosedur kepulangan.
  • – Rapat Evaluasi Dengan Keamanan Blok; hal ini bertujuan untuk mendengar kritik dan aspirasi santri, menyelesaikan permasalahan, dan upaya meminimalisir banyaknya pelanggaran yang dilakukan santri Latee II
  • – Mendata Mahram; santri Latee II melapor kepada pengurus bagi yang mempunyai mahram yang ada di Pesantren Daerah Annuqayah maupun yang ada di luar pesantren untuk dibukukan sebagai tanda legalisasi berkunjung
  • – Audensi dan Permohonan Maaf; sebagai bentuk ‘penebusan’ atas pelanggaran yang dilakukan santri Latee II. Biasanya permohonan maaf ditentukan oleh pengurus kamtib dengan hal-hal yang bersifat edukatif, konstruktif dan menambah kesadaran diri. Misalnya menghafal doa-doa tertentu, atau memahami isi SKIA sekaligus praktiknya, atau membersihkan tempat dan lingkungan tertentu di Latee II.
  • – Prosedur Tamu/Alumni yang Bermalam; ketentuan bagi alumni atau wali santri yang ingin bermalam. Meliputi meminta izin langsung kepada Pengasuh diantar oleh pengurus dan menitipkan alat elektroniknya di kantor PPA. Latee II apabila membawanya.
  • – Drop Out; adalah penonaktifan santri dari PPA. Latee II yang hak patennya berada langsung pada keputusan Pengasuh. Biasanya hal ini diberlakukan bagi santri yang sudah melanggar pasal-pasal berat dan menyalahi syariat dan sudah mendapat instruksi dari pengasuh
  •  

Beberapa  Batasan:  

  • – Hari Tahrim; hari-hari dimana santri Latee II tidak diperbolehkan pulang kecuali sakit yang parah atau ada kepentingan mendesak yang lain. Hari tahrim ini biasanya berlaku satu bulan sebelum dan sesudah liburan pesantren. Bagi santri yang tetap ingin pulang dengan beberapa alasan, maka konsekuensinya adalah punya tanggungan hafalan yang ditentukan oleh Pengurus Kamtib sesuai dengan tingkat sekolah formal. Santri yang tidak menghafal terancam tidak diperbolehkan pulang pada liburan pesantren sesudahnya kecuali telah menghafalnya.
  • – Batas Waktu di Luar Lingkungan PPA. Latee II; batas waktu santri PPA. Latee II berada di luar lingkungan pesantren sampai pukul 17.00
  • – Bel Jam Tidur; batas semua aktfitas santri ketika malam harus berakhir pukul 22.00. khusus untuk anggota 6 lembaga sampai pukul 23.00 karena kegiatan yang lebih padat
  • – Batas Pemakaian Alat Elektronik; Latee II sangat ketat persoalan alat elektronik terutama hp, dan laptop/komputer. Pembatasan diberlakukan untuk meminimalisir pelanggaran serta menghindari dampak alat elektronik yang lebih banyak mudlaratnya daripada manfaatnya untuk pesantren dan peraturannya. Akses alat elektronik yang legal hanya diperbolehkan di daerah Latee II yang sudah disediakan untuk santri seperti rental hp dan komputer, atau rental komputer di SMK Putri.
  • – Batas Teritorial Santri; Latee II membatasi tempat yang boleh dikunjungi oleh santri PPA. Latee II. Seluruh santri diperkenankan mengunjungi komplek daerah di Annuqayah apabila telah memperoleh izin dengan bukti memo dari pengurus kamtib dengan alasan mempunyai sebuah kepentingan yang bisa diterima. Selain itu, pembatasan tempat juga berlaku bagi siswa yang tidak diperbolehkan mengunjungi kampus, pun mahasiswa tidak diperbolehkan mengunjungi tempat melebihi kampus.
  • – Batas Pemakaian Aksesori ‘Emas’; santri Latee II hanya dilegalkan memakai aksesori emas berupa sepasang anting. Hal ini bertujuan agar meminimalisir kaehilangan barang-barang berharga di pesantren dan bisa merugikan pesantren.
  • – Pembatasan Pengunjung; Latee II memiliki peraturan yang membatasi pengunjung yang boleh mengunjungi santri, yaitu terdiri dari orang yang mahram terhadap santri bersangkutan (misalnya bapak ke atas, paman, dan sebagainya) dibuktikan dengan membawa kartu wali santri ketika mengunjungi. Apabila memiliki mahram yang juga mondok di Pesantren Daerah Annuqayah bisa menunjukkan kartu mahram santri yang dibuat pengurus Kamtib. Selain itu, tidak diperbolehkan mengunjungi atau ikut yang mahram berkunjung.

KEPENTINGAN YANG TIDAK DIPERBOLEHKAN PULANG

  • – Kepentingan umrah (kecuali orangtua dan memilih antara menjemput atau mengantarkan)
  • – Sepupu wisuda
  • – Ziyarah nadzar
  • – 4 atau 7 bulanan
  • – Selamatan Bayi (Molang Areh)
  • – 40/100/1000 selamatan kematian (kecuali orangtua)
  • – Kerabat jauh menikah
  • – Kerabat jauh datang haji
  • – Survei Perguruan Tinggi
  • – Survei pondok
  • Catatan: Untuk selanjutnya, apabila dipandang perlu, pengurus dapat melakukan perubahan dan menetapkan  daftar jenis kepentingan yang diperbolehkan atau tidak diperbolehkan pulang, setelah terlebih dulu mengadakan konsultasi dengan dewan Pengasuh.

PROSEDUR KEPULANGAN

Prosedur Pulang Kepentingan Keluarga dan Pulang Kepentingan Periksa
  • – Wali melapor kepada pengurus yang berwenang (Ketua Pengurus, Wakil Ketua Pengurus, Pengurus Departeman Keamanan Dan Ketertiban)
  • – Wali menandatangani kolom data kepulangan santri yang sudah disediakan di kantor PPA. Latee II
  • – Setelah mendapatkan persetujuan dari pengurus yang berwenang, maka mengisi data kepulangan di keamanan blok untuk kemudian mendapat memo rekomendasi pulang dari keamanan blok serta meminta buku izin bepergian kepada pengurus yang bertugas.
  • – Meminta tanda tangan dari pengurus koordinator departemen keamanan dan ketertiban untuk selanjutnya kepada ketua Pengurus Pondok Pesantren Annuqayah Latee II.
  • – Sowan ke Pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah Latee II.
Prosedur Pulang Sakit
  • – Warga kamar menghubungi pengurus dept. Kesehatan dan Kebugaran untuk meminta persetujuan pulang sakit (mendapat memo rekomendasi pulang sakit)
  • – Warga kamar menghubungi keluarga santri yang sakit di kantor PPA. Latee II dengan menyerahkan bukti memo kepada Pengurus yang bertugas di kantor
  • – Wali menandatangani kolom data kepulangan santri yang sudah disediakan di kantor PPA. Latee II
  • – Setelah mendapatkan persetujuan dari pengurus yang berwenang maka mengisi data kepulangan di keamanan blok untuk kemudian mendapat memo rekomendasi pulang dari keamanan blok serta meminta buku izin bepergian kepada pengurus yang bertugas.
  • – Warga kamarnya memintakan tanda tangan dari pengurus koordinator departemen keamanan dan ketertiban untuk selanjutnya kepada ketua Pengurus Pondok Pesantren Annuqayah Latee II
  • – Sowan ke pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah Latee II

 

PROSEDUR MEMPERPANJANG IZIN PULANG

Prosedur Perpanjangan Pulang Sakit
  • – Jangka waktu pulang maksimal 3 hari
  • – Jika dalam 3 hari belum sembuh, maka wali diharuskan memperpanjang perizinan secara langsung (tidak diperkenankan via telephon) kepada pengurus dengan membawa Surat Keterangan Dokter
  • – Jika belum juga sembuh maka perpanjangan selanjutnya dapat dilakukan melalui via telepon (No. Khusus perizinan ; 082-337-145-089)
  • – Jika dalam waktu yang diberikan setelah konfirmasi melalui telepon masih belum juga sembuh, maka wali diharuskan melapor kepada pengasuh PPA. Latee II dengan didampingi oleh pengurus.
  • – Jika masih belum juga sembuh maka perpanjangan selanjutnya dapat dilakukan melalui via telepon.
  •  
Prosedur Perpanjangan Pulang Periksa
  • – Jangka waktu pulang 1 hari (tidak boleh bermalam)
  • – Jika kemudian tidak memungkinkan untuk kembali maka wali harus menghadap ke pengurus dan menyerahkan Surat Keterangan Dokter, sebagai bukti ada rekomendasi untuk istirahat selama proses pemulihan bermalam untuk memperjelas perizinan dari pengurus ke sekolah Formal dan Non Formal.
  • – Jika belum juga sembuh maka wali diharuskan melapor kepada pengasuh dengan didampingi oleh pengurus.
  • – Jika belum juga sembuh maka perpanjangan selanjutnya dapat dilakukan melalui via telepon (No Khusus perizinan ; 082-337-145-089)
  •  
Prosedur Perpanjangan Pulang Kepentingan Keluarga
  • – Jangka waktu pulang disesuaikan dengan jenis kepentingan (ketentuan jangka waktu yang diberikan mengacu pada hasil keputusan rapat pleno dengan pengasuh PPA. Latee II)
  • – Untuk memperpanjang perizinan pulang kepentingan keluarga, wali diharuskan secara langsung menghadap ke pengurus PPA. Latee II untuk memperjelas perizinan dari pengurus ke sekolah Formal dan Non Formal.
  • – Untuk memperpanjang perizinan pulang kepentingan keluarga dengan alasan sakit, maka wali diharuskan melapor kepada pengasuh secara langsung dengan didampingi oleh pengurus. Jika dalam waktu 3 hari belum sembuh, maka perpanjangan izin selanjutnya dapat dilakukan melalui via telepon.

KAMAR PEMBINAAN KHUSUS

KAMAR PEMBINAAN KHUSUS

  • Departemen Kamar Pembinaan Khusus (selanjutnya disebut KPK) merupakan salah satu bagian dalam kepengurusan Pondok Pesantren Annuqayah Latee II. Depertemen  ini ada sejak Periode 2010-2011. Kamar Pembinaan Khusus merupakan salah satu kamar pembinaan yang menjadi perpanjangan tangan Depertemen Keamanan dan Ketertiban. Santri yang menempati kamar ini adalah santri yang melanggar pasal-pasal berat dan belum sampai pada taraf drop out yang diinstruksikan Pengasuh. Santri yang dimasukkan ke kamar ini juga hasil konsultasi dengan Pengasuh.
  •  
  • Adapun tujuan diadakan KPK ini tidak lain adalah membina santri agar lebih patuh terhadap tata tertib PPA Latee II dan menjadi lebih baik. Selain itu, KPK menjadi tempat pembinaan dan konseling jika santri Latee II yang bukan anggota KPK mempunyai permasalahan maupun keluhan terkait kehidupan pribadi atau sosialnya. Dengan inilah pengurus KPK PPA. Latee II  merasa sangat perlu untuk membuat program yang bersifat edukatif dan spiritualis sebagaimana yang akan diuraikan di bawah ini:
  •  
  • Meningkatkan kecerdasan spiritual:
  • – Shalat berjama’ah 5 waktu
  • – Shalat sunnah Rawatib
  • – Tahajud
  • – Witir
  • – Hajat
  • – Dhuha
  • – Mengaji ke pengasuh atau pembimbing
  • – Tadarus; setiap minggu
  •  
  • Adanya pengembangan wawasan keilmuan
  • – Menghafal qa’idah nahwu
  • – Presentasi hasil bacaan berupa buku; 1 bulan 2 kali
  • – Membuat karya tulis; sifatnya kondisional
  •