Raudlah al-Lughah al-'Arabiyah (RLA)

Raudlah al-Lughah al-‘Arabiyah (RLA)

  • Lembaga yang didirikan sejak tahun 2002 ini adalah lembaga yang fokus dalam bidang pengembangan bahasa arab. Santri PPA. Latee II yang memiliki bakat dan minat dalam bahasa arab diasah dengan beberapa kegiatan berbasis dan bernuansa bahasa arab. Meski demikian, tidak semua santri PPA. Latee II bisa mendaftarkan diri untuk masuk lembaga ini. Ada kriteria tertentu, nilai minimal, serta batasan sekolah formal yang harus dipenuhi. Lembaga RLA mempunyai tiga tingkatan/marhalah; mubtadi’ah, mutawasithah, dan mutaqaddimah. Berikut beberapa kegiatan di lembaga RLA:
    • – Hifdz al-Mufradat; kegatan ini bersifat harian, yang bertujuan untuk menambah kosakata bahasa arab anggota RLA dengan lancar
    • – Ta’miq al-Mauhibah; kegiatan yang dilaksanakan 3 minggu sekali ini bertujuan untuk memperdalam dan mengembangkan bakat anggota RLA, khususnya dalam maharatul kalam
    • – Al-Majallah ad-Daftariyyah; kegiatan ini diadakan 1 kali dalam satu periode dengan tujuan mengasah kemampuam anggota RLA dalam maharatul kitabah
    • – Istima’ ; kegiatan ini dilaksanakan 1 kali dalam seminggu dengan tujuan mempertajam kemampuan anggota RLA dalam mendengarkan kalam Arab
    • – Musyahadah; kegiatan nonton film berbahasa arab dan diresensi oleh seluruh anggota
    • – Musabaqah; adalah serangkaian evaluasi yang dikonsep dalam bentuk lomba antar-marhalah yang dilaksanakan satu kali dalam satu periode. 
    • – Ibtikar alMusyarikat; merupakan pentas seni, pertunjukan bakat dan kemampuan anggota setelah tinggal setengah periode di  Diadakan di mushalla PPA. Latee II, acara ini diakhiri dengan pembagian hadiah, ranking  marhalah, dan anggota terbaik semester pertama.
    • – Darsul Muqaranah; adalah studi banding yang dilakukan lembaga RLA ke lembaga pengembangan Bahasa Arab di sebuah Pesantren. Hal ini bertujuan untuk mengetahui, memperbarui serta membandingkan managemen dan kurikulum pembelajaran dan pengembangan Bahasa Arab yang efektif dan efisien, untuk kemudian diterapkan di RLA. Pesantren yang sudah menjadi objek studi banding adalah Pondok Pesantren DALWA Putri.

Aphrodite English Club (AEC)

Aphrodite English Club (AEC)

  • Lembaga AEC didirikan pada tahun 2007 sebagai lembaga yang fokus di bidang pendalaman bahasa inggris. Santri PPA. Latee II yang tertarik mengetahui dan memperdalam bahasa inggris ditampung di lembaga AEC. Serangkaian tes, karantina, dan pendaftaran juga menjadi prasyarat wajib untuk memfilter santri yang benar-benar berminat masuk di lembaga ini.
  •  
  • Berbeda dengan lembaga lainnya, AEC memiliki cabang (AEC Branch) di Latee II sendiri yang baru dibentuk pada tahun 2018. AEC branch dibuka bagi santri yang berminat selain anggota AEC serta non-lembaga. Program AEC branch tentunya lebih sedikit dibanding program di lembaga AEC sendiri yang lebih intensif. Adapun rincian kegiatan AEC adalah sebagai berikut: 
    • – Reading irregular verb and morning chat; kegiatan membaca vocab dan percakapan yang dilaksanakan setiap pagi
    • – Adding vocabularies; merupakan penambahan kosakata oleh pengurus AEC untuk kemudian dihafalkan. Jumlah kosakata yang diberikan berbeda sesuai tingkatan kelas
    • – Tutorial kelas; pembagian dan pengelompokan kelas, dari kelas 1-3 dan seterusnya sesuai kemampuan anggota. Saat ini, AEC masih mempunyai tiga kelas yang pada tiap kelas memiliki tingkatan materi, semakin naik kelas menambah satu materi. Kelas 1: Grammar, reading, speaking, kelas 2: menambah writing, kelas 3: menambah listening. Kelas-kelas ini dibimbing oleh tutor/guru ahli dari luar
    • – Repeatition; pengulangan semua vocab yang dihafal selama seminggu setiap hari jumat. Biasanya pengulangan ini dilakukan secara bergantian dengan listening dan game
    • – Listening ; berbeda dengan listening yang ada di tutorial kelas dan bersifat materi edukatif, listening yang dilaksanakan setiap jumat ini bersifat refsrehing berupa mendengarkan lagu-lagu berbahasa inggris yang juga bertujuan edukasi dan melatih ketajaman pendengaran
    • – Game; menambah wawasan tentang ke-bahasainggris-an yang dikemas dengan permainan
    • – Watching; kegiatan nonton bersama film berbahasa inggris yang kemudian di Kegiatan diadakan dua kali dalam satu periode
    • – Discussion; diskusi antar kelas yang biasanya dilaksanakan jika tidak ada morning chat
    • – Leaflet Group; selebaran karya yang dibuat oleh kelompok yang terdiri dari anggota yang diacak antar kelas. Karya ini kemudian dipresentasikan kepada pengurus AEC dan mendapat penilaian. Kegiatan yang diadakan dua kali dalam satu periode ini bertujuan untuk mengasah anggota dalam bidang writing
    • – Free Contest; kegiatan evaluasi yang dikonsep perlombaan sebagaimana musabaqah pada lembaga RLA
    • – Golden Meeting; pentas seni, conversation, dan pertunjukan bakat selama belajar setengah periode di AEC. Acara ini juga ditutup dengan pembagian hadiah, ranking kelas, dan anggota terbaik semester pertama

Jam’iyyah Tahfidzil Qur’an (JTQ)

Jam’iyyah Tahfidzil Qur’an (JTQ)

  • Sesuai dengan namanya, lembaga JTQ adalah tempat bagi santri PPA. Latee II yang memiliki minat untuk menjadi penghafal al-Qur’an. Lembaga JTQ memiliki pilihan dua paket hafalan, yaitu paket tahdid dan paket takmil. Paket tahdid berlaku bagi santri yang akan menempuh pendidikan di pesantren dari 3 sampai 6 tahun dengan target hafalan 10 juz. Sedangkan paket takmil berlaku kepada santri yang akan menempuh pendidikan selama 4 sampai 10 tahun dengan target hafalan 10 juz. Berikut rincian kegiatan lembaga JTQ:
    • – Muraja’ah; kegiatan mengulang hafalan yang telah dihafal baik dengan cara ayatan atau kacaan yang sifatmya setiap hari, khususnya pada pagi hari. Muraja’ah ini disetor kepada pengurus JTQ.
    • – Sima’an; adalah hataman al-Qur’an baik dilakukan dengan bin-nadzar atau bil-ghaib (berbeda dengan hataman biasa) oleh anggota JTQ yang dilaksanakan setiap bulan pada malam jumat kliwon. Kegiatan ini secara tidak langsung bertujuan untuk mengevaluasi hafalan anggota JTQ setiap bulannya.
    • – Pengajian kitab at-Tibyan; kegiatan ini dilaksanakan setiap jumat pagi yang diampu oleh K. Mushtafa Erfan
    • – Muhawarah al-Qur’an wa at-Tajwid, kegiatan ini bertujuan memperkaya wawasan ke-al-Qur’anan yang dikonsep seperti permainan dengan mengelompokkan anggota JTQ sesuai perolehan hafalan dan dilakukan secara outdoor di Halaman MTs 1 Putri Annuqayah setiap hari jumat pagi. Berisi tebak-tebakan informasi seputar al-Qur’an, tajwid, atau kadang merangkai dan menebak ayat, kegiatan ini adalah cara evaluatif-kreatif agar anggota JTQ tidak bosan
    • – Sorogan; merupakan setoran hafalan kepada instruktur lembaga JTQ yang terdiri dari pengasuh PPA. Latee II sendiri dan pengasuh di Annuqayah secara umum yang hafidh/hafidhah. Kegiatan ini dilaksanakan untuk mendalami tajwid dan makharijul huruf.
    • – Munaqasyah; eksekusi hafalan serentak yang diadakan di mushalla PPA. Latee II untuk semua anggota JTQ di hadapan sesama anggota yang dilaksanakan di akhir periode. Hal ini bertujuan untuk evaluasi hafalan anggota dan pemberian nilai sehingga muncul anggota dengan perolehan hafalan paling lancar dan menjadi anggota terbaik.
    • – Seminar Ketahfidzan; acara yang di dalamnya mengundang pembicara yang sedikitnya hafidh/hafidhah untuk memotivasi dan kembali menyegarkan serta meluruskan niat anggota dalam menghafal al-Qur’an
    • – Wisuda; kegiatan ini berawal dari tasyakkuran perolehan hafalan yang kemudian diubah menjadi acara wisuda yang dihadiri oleh seluruh wali santri anggota JTQ sekaligus temu alumni JTQ dan bertempat di aula as-Syarqawi. Adapun yang diwisuda adalah anggota JTQ yang hafal juz 30, 10 juz dan 30 juz.

Jam’iyyah Qiraatil Kutub (JQK)

Jam’iyyah Qiraatil Kutub (JQK)

  • Lembaga dengan fokus keilmuan di bidang kitab kuning ini adalah tempat bagi santri yang ingin  mendalami kitab kuning dan segala perangkatnya. Ilmu alat yang dipelajari adalah kitab Andzimatul Bayan berbeda dengan periode-periode sebelumnya yang menggunakan kitab Imrithi (ilmu nahwu) dan Nadzmul Maqshud (ilmu sharraf). Langkah ini diambil dengan alasan bahwa kitab Andzimatul Bayan lebih ringan den merupakan kumpulan dari beberapa ilmu alat lainnya seperti Imrithi dan Nadzamul Maqshud. Berikut beberapa rincian kegiatan lembaga JQK:
    • – Takrar Andzimatul Bayan, materi sebelumnya yang didapat dari Imrithi dan Nadzmul Maqshud . Kegiatan ini dilaksanakan setiap pagi.
    • – Musyawarah Kutub yang diampu oleh K. Ainul Haq. Kegiatan ini dikonsep dengan menentukan bab yang akan dikaji dalam kitab Fathul Qarib kemudian dibahas dan diperkuat dengan referensi kitab lain.
    • – Bahtsul Masail; merupakan kegiatan untuk melatih anggota JQK dalam memecahkan permasalahan-permasalahan Fiqhiyyah dalam berbagai kitab kuning
    • – Pengajian kitab kuning baik dengan meggunakan metode sorogan ataupun sami’. Adapun rincian jadwalnya adalah:
    •     Sabtu: Kitab Rahbiyyah  diampu oleh K. Syafi’ie Anshari
    •     Ahad: Kitab Risalatul Mahidh yang diampu oleh Ust. Tamamuddin
    •     Senin: Musyawarah Fiqhiyyah
    •     Selasa: Kitab Tafsir Yasin yang diampu oleh Ust. Rasyidi Aminullah
    •     Rabu: KItab Tafsir Jalalain yang diampu oleh K. Hanif Hasan
    •     Jumat: Kitab Durusullughah yang diampu oleh Ust. Zaini Mudarris

Forum Lingkar Pena (FLP)

Forum Lingkar Pena (FLP)

  • Forum Lingkar Pena merupakan sebuah organisasi kepenulisan yang didirikan oleh Helvi Tiana Rosa dan Asma Nadia. Organisasi kepenulisan terbesar di Asia Tenggara itulah yang dipilih oleh santri Latee II –kira-kira pada tahun 2011- untuk menaungi komunitas penulis di Latee II.
  •  
  • Para anggota komunitas penulis  FLP Latee II berkonsultasi dengan pak Nun Urnoto -selaku pengurus FLP wilayah Jawa Timur- dalam hal pembentukan FLP ranting Latee II. Dalam strukturnya, FLP Latee II merupakan ranting dari FLP Cabang Sumenep yang sekarang ini diketuai oleh Kak Fendy Chovi. Kepengurusan FLP Cabang Sumenep sendiri berada di bawah kepengurusan FLP Wilayah Jawa Timur dengan Bunda Novi sebagai ketuanya.
  •  
  • Berbakti, Berkarya, dan Berarti” merupakan jargon FLP. Melalui organisasi FLP inilah, Helvi Tiana Rosa dan Asma Nadia berharap muncul para mujahid pena yang berda’wah melalui tulisan. Karena itulah mayoritas karya-karya anggota FLP mempunyai nuansa religi. Begitu pula anggota FLP Ranting Latee II berusaha mengikuti jejak-jejak mereka dengan mengirim beberapa karya ke media, baik cetak maupun online. Sepanjang tahun 2018-2020, karya anak-anak FLP Ranting Latee II telah dimuat di beberapa koran ataupun majalah seperti Radar Madura, Radar Surabaya, Majalah Sidogiri dan lain sebagainya.
  •  
  • Ada beberapa program lembaga FLP yang memang dirancang untuk meningkatkan kualitas anggota lembaga FLP dalam literasi. Salah satunya ialah;
  • – Review kosakata; dilakukan dua kali dalam seminggu guna menguatkan hafalan kosakata ilmiah yang telah dihafalkan sehari sebelumnya.
  • – Bank karya; pengumpulan karya-kara anggota FLP yang telah terjadwal. Misal, hari Sabtu- Puisi, Ahad- Cerpen dan Senin- Opini
  • – Sidang karya; tempat dimana karya-karya terbaik anggota FLP dikoreksi bersama. Disinilah anggota FLP harus mempertahankan karya mereka dengan pembelaan yang logis terkait karya-karya mereka.
  • – Pemberian materi oleh pengurus FLP; Materi tersebut berupa, Jurnalistik, Cerpen, Opini, Resensi dan Gerak Nada yang lebih difokuskan dalam pementasan monolog.
  • – Pemberian materi oleh para Tutor; Materi ini berupa Istana Pena, (pembekalan non-Fiksi) yang diampu oleh Bapak Muhli Junaidi. Book Holic, presentasi buku di depan Ny. Fadhilah Hunaini. Graha Pena, pemberian materi resensi oleh kak Ari dan Rumah Sastra, tempat anggota FLP menyalurkan minatnya dalam dunia cerpen bersama Ning Hana Al-Ithriyah.
  •  
  • Adapula beberapa program sampingan yang menunjang anggota FLP Latee II dalam hal memperluas wawasan. Seperti:
    • – Bedah informasi; Program ini dilakukan setiap sore di hari sabtu-minggu. Informasi yang mereka presentasikan biasanya berupa berita-berita di Koran Harian Kompas.
    • – Dering (Diskusi Ringan); Diskusi pagi tempat anggota FLP menyuarakan pendapat-pendapat mereka tentang permasalahan sekitar. Baik itu sosial, moral, ataupun konflik nasional dan Internasional.
    • – Ajang kreasi; Dilakukan pada malam Sabtu. Ajang kreasi merupakan panggung mingguan anggota FLP Latee II. Mereka bisa menampilkan teater, drama, monolog, komedi, Stand up Comedy atau apapun penampilan sesuai tema yang diberikan oleh pengurus.
    • – Acara Ilmiah; biasanya ini berupa seminar kepenulisan. Baik itu wacana berita, pelatihan Jurnalistik ataupun motivasi kepenulisan.
    • – Perayaan Harjad FLP; yang jatuh tepat pada tanggal 22 Februari. Di moment ini, biasanya terdapat lomba-lomba untuk anggota FLP serta seminar keaswajaan. Seminar ini diadakan dengan tujuan FLP Latee II dapat mencetak penulis-penulis yang berlandaskan Ahlussunnah wal Jama’ah
    • – Great show; merupakan pentas seni dan evaluasi anggota FLP yang dilakukan setelah setengah tahun program-program FLP berjalan.

eL_De Collection (LDC)

eL_De Collection (LDC)

  • Cikal bakal lahirnya lembaga ini bermula pada tahun 2012 dari sekelompok orang kreatif dan bertangan ‘emas’ yang tidak terorganisir dan anstructural. Pada awalnya mereka hanya menerima pesanan jahit ringan per-individu dari santri PPA. Latee II. Pesanan tersebut berlanjut karena semakin banyaknya permintaan dari santri seperti membuat aksesoris, bros, dan pernak-pernik yang lain.
  •  
  • Baru pada tahun 2015 kelompok ini diresmikan sebagai salah satu lembaga yang bergerak di bidang keterampilan dan kerajinan tangan yang menghasilkan handmade dan aksesoris dengan struktur, visi misi, peraturan yang  jelas dan terorganisir. Lembaga ini menjadi yang pertama dan satu-satunya yang ada di PPA. Latee II secara khusus dan Annuqayah secara umum yang mengakomodir minat santri dalam hal keterampilan dan kerajinan tangan.  Lalu dipilihlah nama ‘eL_De Collection’ yang merupakan singkatan dari Latee Dua sebagai nama resmi lembaga. Santri PPA. Latee II yang berminat masuk di lembaga ini juga harus mendaftar dan melalui tes terlebih dahulu.
  •  
  • Berbeda dengan 5 lembaga lain yang kegiatannya terikat kurikulum dan silabus karena bergerak di bidang akademik, serangkaian aktifitas dan kegiatan di lembaga LDC berorientasi pada mengasah kemampuan seni dan kreativitas anggota dalam berbagai keterampilan. Anggota LDC diajak dan diajari menciptakan suatu produk yang unik dan inovatif sesuai trend masa kini yang menjadi ciri khas Latee II. Adapun rincian kegiatan lembaga LDC adalah:
    • – Merajut
    • – Menjahit;
    • – Membuat aksesoris
    • – Mengadakan bazar dan pameran; bertujuan untuk mengenalkan produk-produk eL-De Collection pada pesantren daerah di Annuqayah dan khalayak umum
    • – Hari Jadi (Harjad) LDC; acara ini rutin diadakan setiap tanggal 1 Januari yang diyakini sebagai hari diresmikannya LDC sebagai lembaga. Selain diisi dengan tahlil bersama, acara ini juga dikemas dengan bazar yang ditempatkan di posko pengunjung sebelah selatan

Peminatan Non-Lembaga/Umum

Peminatan Non-Lembaga/Umum

  • Terdiri dari berbagai kegiatan yang mewadahi minat santri PPA. Latee II secara umum. Kegiatan ini berada langsung di bawah program pengurus pusat PPA. Latee II Departemen Pengembangan Bakat dan Keterampilan (DPBK). Pengurus membuka pendafataran bagi yang berminat baik itu anggota lembaga atau santri non-lembaga. Namun mayoritas pendaftar santri non-lembaga karena aktivitas dan waktu luang lebih banyak dari anggota lembaga yang masih terikat dengan peraturan dan kegiatan lembaga. Berikut kelas-kelas kursus yang disediakan pengurus DPBK:
  • – Kursus qira’at dan salawat, setiap hari rabu
  • – Kursus kaligrafi , setiap hari selasa
  • – Kursus menjahit, setiap jumat pagi
  • – Kursus merchendes (kerajinan tangan), meliputi membuat aksesoris, pernak-pernik perempuan, dan merajut. Diadakan setiap sabtu dan ahad sore
  • – Kursus tata boga, setiap hari senin sore
  • – Pelatihan tata rias manten;
  • Tutor pada kursus-kursus di atas terdiri dari pengasuh di daerah Annuqayah, ada yang didatangkan dari luar, dan ada juga dari pengurus pesantren sendiri yang sudah mumpuni.