TATA BUSANA

TATA BUSANA

  • Departemen Pembinaan Akhlak dan Busana Islami (PABI) merupakan departemen yang hanya ada di Annuqayah Daerah Latee II. Departemen PABI secara umum bertujuan membekali santri mempelajari “Akhlak” dengan menunjukkan bagaimana seharusnya manusia itu berperilaku serta bersikap terhadap Tuhan (Allah), manusia , dan lingkungan. Sehingga dengan berbekal ilmu dan akhlak mereka dapat mengetahui mana yang baik dan buruk, dapat memposisikan sesuatu sesuai dengan tempatnya, dapat memperoleh irsyad, taufik, dan hidayah yang akan menjadi bekal untuk meraih  kebahagiaan di dunia dan di akhirat.
  •  
  • Berdasarkan hal di atas, Departemen Pembinaan Akhlak dan Busana Islami berusaha untuk membentuk santri yang berakhlakul karimah. Hal ini diharapkan agar ilmu yang diperoleh tidak hanya menjadi wacana yang selalu didengar tanpa dipraktikkan. Langkah-langkah tersebut misalnya diejawantahkan dengan membiasakan santri ber-mushfahah, mengucapkan salam, berkata sopan dan lain sebagainya. Program lain seperti pembinaan akhlak juga dibutuhkan untuk diadakan, karena setiap manusia memiliki karakter berbeda dan bukan hal yang mudah untuk memahaminya. Dalam  kegiatan tersebut departemen PABI memilih pengasuh sebagai pendamping utama dalam memberikan pengarahan dan pengajaran terhadap santri.
  •  
  • Tata busana merupakan salah satu program yang ditangani dan diatur oleh PABI dalam hal membatasi dan mengkategorikan pakaian yang boleh dipakai di pesantren serta sesuai dengan syariat, terutama menutup aurat, dan cocok dengan karakter pesantren. Hal ini sebagai bentuk respon terhadap banyaknya varian dan tren busana modern yang datang dari budaya luar pesantren, dan menjadi arus utama dalam menarik perhatian kaum muda, terutama perempuan.
  •  
  • ‘Karakter pesantren’ yang dimaksud adalah sederhana, rapi, tidak glamour dan tidak berlebihan namun tetap bersahaja. Termasuk juga membatasi pemakaian make up, aksesori yang berlebihan, aksesori yang menyerupai laki-laki atau bahkan preman. Pada intinya, Latee II menekankan aspek feminimitas yang kental, sederhana, kuat dan berciri khas pesantren. Untuk mempertahankan dan mengupayakan hal tersebut, dibuatlah beberapa program ketentuan terkait tata busana di PPA. Latee II, berikut di antaranya:
  • – Membiasakan santri berbusana islami yang baik dan benar; yaitu sesuai dengan kaidah-kaidah busana yang dirumuskan oleh pengurus PABI
  • – Mengadakan razia aksesoris dan busana yang tidak Islami; hal ini bertujuan untuk menyeleksi dan menyita aksesoris yang tidak layak dipakai santri dan menyalahi ketentuan yang dibuat
  • – Evaluasi dengan pengurus PABI Blok
  • – Membuat banner busana yang pantas dan tidak pantas digunakan di lingkungan PPA. Latee II baik bagi santri maupun pengunjung; hal ini untuk menambah kesadaran santri dan pengunjung untuk berbusana islami yang baik dan benar ketika berada di pesantren maupun ketika mengunjungi pesantren.

 

Kaidah Busana Pondok Pesantren Annuqayah Latee II

 

Kerudung
  • Seluruh santri pondok pesantren Annuqayah Latee II wajib memakai kerudung yang menutup aurat bagian atas  secara sempurna. Dengan ketentuan:
  • – Memakai kerudung batas minimal di bawah bahu
  • – Dada dan leher harus tertutup secara sempurna
  • – Kerudung harus dilipat secara rapi
  • – Menggunakan eket kerudung yang melindungi rambut agar tidak terlihat
  • – Tidak berpunuk yang terlalu tinggi
  • – Wajib memakai bros almamater Latee II
  • – Peletakan bros harus secara resmi
  • – Tidak memakai kerudung transparan seperti paris dan sejenisnya kecuali dilapisi kerudung lain atau memakai ciput.
  •  
  • Baju
  • Seluruh santri pondok pesantren Annuqayah Latee II wajib memakai baju islami sesuai dengan aturan yang berlaku di pondok pesantren Latee II. Dengan ketentuan :
  • – Baju harus dibawah pinggul dan tidak membentuk lekuk tubuh
  • – Baju tidak transparan atau tembus pandang seperti baju yang berbahan kain sifon dan sejenisnya
  • – Berbaju bukan glamor yang kurang pantas bagi santri seperti baju yang menyerupai kardigan, komprang, baju model terompet, baju model reva, dan sejenisnya
  • – Baju yang tidak berkerut atau baju yang berlengan seperempat atau seperdelapan
  • – Baju yang tidak berbahan kaos.
  •  
  •  
Rok dan Sarung
  • Seluruh santri  pondok pesantren Annuqayah Latee II wajib memakai Rok dan Sarung sesuai dengan aturan sebagai berikut:
  • – Rok atau sarung minimal sampai mata kaki
  • – Tidak memakai rok transparan (rok warna putih, rok dari bahan kain sifon) serta rok span atau belahan
  • – Menggunakan rok dalam atau celana tidur jika memakai rok belahan, atau tidak menutupi mata kaki
  •  
Sandal
  • Seluruh santri pondok pesantren Annuqayah Latee II wajib memakai sandal sesuai dengan aturan sebagai berikut:
  • – Tidak memakai sandal cowok
  • – Tidak memakai sandal yang menggenang air dan sandal selempangan
  • – Memakai sandal minimal tinggi 2 cm