Pendidikan Pesantren dan Masa Depan Indonesia

  • Pesantren di mata para perintis kebangsaan dan pendiri Negara Indonesia adalah perguruan bangsa. Dalam dunia pesantren bukan hanya mengajarkan ilmu-ilmu keislaman, tetapi juga pendidikan karakter berkelanjutan. Pesantren memberi modal kepada santri untuk menjadi manusia-manusia yang ikhlas, jujur, berakhlak mulia, berjuang, dan bertanggungjawab untuk bangsa ini.
  •  
  • Pembelajaran semacam ini merupakan  keindahan yang mungkin tidak dimiliki oleh lembaga pendidikan lain. Hal ini juga dapat dibuktikan dengan pembiasaan di dunia pesantren yang terletak pada basis kebudayaan, adat, dan tradisi lokal. Namun bukan hanya itu saja, adanya asas kekeluargaan, gotong royong, dan tanggung jawab sosial bagi masyarakat dan bangsa ini tertanam kokoh dalam dunia pesantren.
  •  
  • Keadaan tersebut cukup memberi kabar gembira mengingat bahwa Islam tidak melulu berisi doktrin teologis, di dalamnya juga tercakup tentang keadaban dan etika berkebudayaan. Ini pula menjadi alasan cukup jelas bahwa adanya pesantren dapat menjadi alternatif yang tepat untuk melahirkan generasi patriotik guna mengembangkan dan memajukan Indonesia yang lebih baik.
  •  
  • Di sisi lain, pesantren seringkali dianggap tidak gaul atau kolot. Sebuah anggapan yang sumir, hanya memandang dari satu kaca mata saja. Pasalnya, pesantren, yang lebih menekankan pada pengajaran tentang keagamaan, identik dengan tuntunan tingkah laku yang benar serta sesuai dengan spirit Islam. Lulusan pesantren diharapkan mampu bergaul dengan baik, adaptif, lebih-lebih dapat bertanggung jawab dan mengemban amanah. Di samping juga berkontribusi menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh masyarakat sekitar, dan pada akhirnya mengabdi untuk bangsa dan negara Indonesia.

“Lulusan pesantren diharapkan mampu bergaul dengan baik, adaptif, lebih-lebih dapat bertanggung jawab dan mengemban amanah. Di samping juga berkontribusi menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh masyarakat sekitar, dan pada akhirnya mengabdi untuk bangsa dan negara Indonesia.”

  • Dari Pesantren untuk Indonesia
  • Penyalahgunaan jabatan dan tanggung jawab selama ini amat memberi kesan buruk terhadap Indonesia. Dari waktu ke waktu masalah ini menggelinding dan membesar dengan kerugian yang cukup besar bagi pemerintah. Fakta bahwa Indonesia mayoritas penduduknya penganut agama Islam menjadi semakin miris bila penyalahgunaan jabatan ini marak terjadi. Diperlukan adanya kesadaran bersama introspeksi massal untuk dapat menyelesaikannya.
  •  
  • Dalam hal ini pesantren ditunggu perannya, bahwa ia merupakan alternatif mengantarkan generasi yang lebih baik secara moralitas. Pun ada tawaran potensi bahwa lulusannya dapat bertanggung jawab dalam mengemban amanah yang telah diberikan kepadanya. Sehingga nampaknya sangat  perlu sebuah pengalihan cara pandang bahwa dunia pesantren adalah dunia yang juga gaul. Dalam arti gaul yang lebih bermanfaat, karena tidak ada guna bagi siapa saja yang hanya mengartikan gaul  hanya sebagai trend baju keren dan modis. Lain halnya gaul ala santri yang bernuansa dapat memberikan manfaat pada manusia disekitarnya, utamanya dalam masalah tanggung jawab.
  •  
  • Tradisi yang berlangsung di dunia pesantren terletak pada basis kebudayaan, adat, dan nuansa nusantara (baca: lokal) merupakan hal yang juga perlu dipertimbangkan. Sebab generasi masa depan Indonesia akan lebih memungkinkan baik bilamana para generasinya dapat mencontoh dan dapat menerapkan kebiasaan di pesantren.
  •  
  • Nilai-nilai keislaman dan karakter kenusantaraan dalam dunia pesantren seyogyanya dapat menjadi inspirasi dalam mewujudkan cita-cita masyarakat Indonesia lebih beradab. Kaidahnya; pembiasaan dalam dunia pesantren itu memberi nilai positif bagi siapa saja yang mau menerapkan kebiasaan tersebut dalam menjalani kehidupan. Sebab alam pesantren adalah miniatur kehidupan itu sendiri. Ada nilai sosial, interaksi antar teman, tata kelola konflik, dan hal-hal yang sangat intim dengan kehidupan itu sendiri.
  •  
  • Pendidikan pesantren sejauh ia dinilai positif dan diakui sebagai sebuah alternatif tentang masa depan Indonesia yang lebih baik sejauh itulah ia harus mendapat perhatian dan senantiasa dikembangkan. Ikhtiar ini merupakan jalan yang lebih efektif dan dapat dipercaya. Dalam hal ini, sangat dibutuhkan kesadaran semua kalangan untuk dapat menjadikan pendidikan pesantren sebagai acuan dalam menerapkan perilaku yang lebih bermanfaat dan berguna bagi manusia di sekitarnya.   Dengan begitu, masa depan Indonesia bisa dicita-citakan lebih baik atau bahkan lebih berkembang dari sebelumnya.
  •  
  • WalLaahu A’lam
  •  
  •    NUR HAYATI ZAINI
  •    Anggota Forum Lingkar Pena (FLP) PP. Annuqayah Latee II  
Pendidikan Pesantren dan Masa Depan Indonesia