DIVISI KESEHATAN

DIVISI KESEHATAN

 

  • Pondok Pesantren Annuqayah Latee (P2AL) mendirikan sebuah departemen yang bertugas salah satunya menangani hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan para santri, yaitu Departemen Olahraga dan Kesehatan (DOK). Saat ini, anggota divisi kesehatan di bawah departemen ini secara keseluruhan berjumlah 12 orang, yang diangkat dari masing-masing rayon. Adapun upaya-upaya yang dilakukan oleh DOK divisi Kesehatan diantaranya adalah bekam, ghurah, dan penanganan santri sakit.
  •  
  • Bekam atau Canduk diprogramkan oleh divisi Kesehatan bagi santri dan masyarakat umum yang membutuhkan dengan sistem panggilan. Artinya, santri atau masyarakat yang ingin melakukan bekam lebih dulu menghubungi pihak pengurus kesehatan untuk konfirmasi. Setelah konfirmasi selesai, pengurus kesehatan akan mendatangi tempat yang sudah dipastikan sebelumnya. Per kop canduk dipatok harga 1.500 rupiah. harga ini relatif murah jika dibandingkan bekam yang ada di luar pesantren.
  •  
  • Ghurah, 25.000 khusus untuk santri P2AL, tidak diperekenankan untuk non-santri P2AL.
  •  
  • Penangan terhadap santri yang sakit. Untuk gejala sakit ringan, P2AL menyediakan kotak obat yang ditujukan kepada santri secara gratis. Jika ingin mengambil obat, santri lebih dulu menghubungi pengurus kesehatan baik secara langsung atau tidak langsung (perwakilan) untuk mengkonfirmasi jenis penyakit yang ingin diobati, kemudian pengurus kesehatan memilih obat yang cocok dengan penyakit tersebut dengan resep dokter yang sudah dipelajari oleh pengurus kesehatan lebih dulu. 
  •  
  • Bagi santri yang mengalami  gejala penyakit yang sudah di luar kemampuan penanganan pengurus kesehatan P2AL, maka santri tersebut dirujuk ke Pondok Kesehatan Pesantren (Ponkestren) Annuqayah. Bila santri tersebut butuh untuk dirawat di rumah maka lebih dulu izin kepada pihak keamanan dan  pihak kesehatan P2AL. Adapun prosedur bagi santri sakit yang hendak pulang adalah sebagai berikut:
  •  
  • – Teman sekamar wajib melapor pada pengurus Divisi Kesehatan.
  • – Pengurus Kesehatan akan memberikan pertolongan pertama terhadap santri sakit.
  • – Apabila hendak dipamitkan pulang maka teman sekamar melapor pada pengurus Divisi Kesehatan, pengurus Divisi Kesehatan akan menghubungi pihak wali* dan akan memberikan surat rekomendasi benar-benar sakit untuk diserahkan kepada pihak Keamanan dan Ketertiban (KAMTIB).
  • – Teman sekamar mengantarkan Wali untuk meminta izin ke kantor KAMTIB dan menggunakan kartu izin bepergian santri (KIBES) dengan menyertakan surat rekomendasi benar-benar sakit dari pengurus Divisi Kesehatan dan memo dari Rayon.
  • – Wali kemudian menyetorkan kembali memo kepada pengurus Rayon
  • – Apabila santri selain pengurus Divisi Kesehatan menghubungi pihak wali, maka pengurus Divisi Kesehatan berhak untuk tidak memberikan surat rekomendasi benar-benar sakit dan santri sakit tidak diperkenankan untuk pamit pulang pesantren.
  •  
  • *Selain pengurus Divisi Kesehatan dilarang menghubungi pihak wali apabila santri sakit hendak dipamitkan pulang.

DIvisi KEBERSIHAN dan Lingkungan Hidup

DIVISI KEBERSIHAN DAN LINGKUNGAN HIDUP

 

  • Departemen Kebersihan dan Lingkungan hidup (DKLH) bertugas di antaranya: mengatur pembersihan atau pembuangan sampah dan lingkungan hidup, seperti hal-hal yang berhubungan dengan penghijauan atau perkara lainnya dalam Pesantren. Saat ini program-program yang diberlakukan oleh DKLH adalah Membersihkan halaman Pesantren. kegiatan ini dilaksanakan dua kali dalam sehari, yakni pada waktu pagi dan sore.
  •  
  • Waktu pagi, dilaksanakan pada  sekitar jam 05:30 sesudah pengajian kitab sampai selesai sekitar jam 07:00. Sedangkan waktu sore, dilaksanakan pada sekitar jam 05:30 sesudah pengajian kitab sampai selesai sekitar jam 05:30 WIB.
  •  
  • Pembagian wilayah dalam kegiatan membersihkan halaman Pesantren dibagi menjadi dua. Pertama, Latee bagian timur, dimulai dari arah jedding raksasa ke arah timur sampai daerah Rayon Asy-syafi’ie, yang dilaksanakan  oleh 5 orang tim kuning, dan 2 pengurus untuk mengontrol kegiatan. Sedangkan bagian wilayah yang kedua adalah Latee bagian barat, yakni dari daerah jedding raksasa ke arah barat, sampai daerah rayon Al-bukhari yang juga dilakukan oleh 5 orang tim kuning, dan 2 pengurus untuk mengontrol jalannya kegiatan. Sedangkan untuk kebersihan kamar santri, masing-masing dibersihkan oleh santri yang terlebih dahulu diberlakukan sistem piket  bergilir.
  •  
  • Anggota DKLH keseluruhan berjumlah 14 orang yang dipilih terlebih dahulu oleh koordinator Departemen. Untuk pergantian anggota, diberlakukan sistem resuffle dalam rentang waktu satu tahun, dan jika salah satu anggota DKLH  tidak bisa menjalani masa khidmah dengan sempurna satu tahun, misalnya; anggota dinilai kurang dalam masalah keaktifan atau ada yang boyong dari pesantren, maka otomatis diganti dengan anggota baru tanpa harus menggenapi masa satu tahun.