Madrasah Diniyah

MADRASAH DINIYAH

 
SEJARAH

  •             Jika pengetahuan anda tentang Pondok Pesantren Annuqayah Latee cukup baik, maka anda akan sampai pada satu kesimpulan bahwa Madrasah Diniyah adalah jantung bagi Annuqayah Latee. Hal ini pernah didawuhkan oleh pengasuh, mendiang alm. KH. Ahmad Basyir AS bahwa jika tak mau sekolah diniyah, sebaiknya pamit saja dari Latee. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya Madrasah Diniyah bagi Annuqayah Latee.

  •             Ditetapkan oleh alm. KH. Ahmad Basyir AS pada tanggal 1 Agustus 1983, Madrasah Diniyah Annuqayah Latee dengan sistem klasikal pun didirikan. Pada saat itu mungkin segala fasilitas penunjang tak selengkap dan semudah sekarang, mengingat jumlah santri pada waktu  itu juga masih belum terlalu banyak.

TINGKATAN KELAS

  •             Dalam satuan pendidikan Madrasah Diniyah Annuqayah Latee, pembagian kategori kelas secara umum dibagi menjadi 2 : Tingkat Isti’dadi dan Ibtida’i, dengan perincian sebagai berikut:

  • 1 kelas tingkat Isti’dadi
  • 6 kelas tingkat Ibtida’i

KITAB MATERI

  •             Berikut merupakan rincian kitab materi yang diajarkan di Madrasah Diniyah Annuqayah Latee, sesuai tingkatan kelas masing-masing:

  • Isti’dadi

  • Tauhid : ‘Aqidatul ‘Awam
  • Akhlak : Durusul Akhlaq
  • Fiqh     : Mabadi’ al-Fiqhiyyah
  • Tajwid : Tuhfatul Athfal
  • Khat Imla’ : Pengantar Belajar Imla’

  • Ibtida’i kelas 1

  • Tauhid : ‘Aqaid ad-Diniyyah 3
  • Akhlak : Taisir al-Khallaq
  • Tajwid : Matn al-Jazariyah
  • Fiqh     : Taqrib
  • Khat Imla’: Marji at-Thullab fil Imla’

  • Ibtida’i kelas 2

  • Tauhid : Mandzumah ar-Risalah
  • Akhlak : At-Tahliyah wa at-Targhib
  • Fiqh      : Fathul Qarib
  • Nawhu  : Matn al-Ajurumiyyah
  • Sharraf  : Al-Amtsilah at-Tashrifiyyah

  • Ibtida’i kelas 3

  • Tauhid : Nurud Dhalam
  • Akhlak : Ta’limul Muta’allim
  • Fiqh     : Kasyifah as-Saja
  • Nahwu : Nadhm al-Imrithi
  • Sharraf : Nadhm al-Maqshud

  • Ibtida’i kelas 4

  • Tauhid : Tijanud Darari
  • Akhlak : Maraqil ‘Ubudiyah
  • Fiqh      : Fathul Mu’in Bab Thaharah
  • Nahwu  : Alfiyah ibn Malik
  • Sharraf : Qawaidul I’lal

  • Ibtida’i kelas 5

  • Tafsir : Kitab at-Tafsir li-Syaikh Ahmad Basyir jilid 1
  • Hadits : Tajrid as-Sharih jilid 1
  • Akhlak : Kifayatul Atqiya’
  • Fiqh     : Fathul Mu’in Bab Buyu’
  • Nahwu : Ayyuhal Walad (sebagai praktek baca kitab)

  • Ibtida’i kelas 6

  • Tafsir : Kitab at-Tafsir li-Syaikh Ahmad Basyir jilid 2
  • Hadits : Tajrid as-Sharih jilid 2
  • Akhlak : Minhajul Abidin
  • Fiqh      : Fathul Mu’in Bab Nikah
  • Nahwu  : Tafsir Yasin (sebagai praktek baca kitab)

JADWAL

  •             Jadwal masuk Diniyah malam Sabtu sampai malam Kamis, dengan alokasi waktu minimal jam masuk 45 menit, dimulai dari jam 19.30 WIB atau bakda salat witir berjamaah.

KATEGORI GURU

  •            Kategori guru yang mengajar di Madrasah Diniyah Annuqayah Latee terbagi menjadi tiga:

  • – Para Masyayikh di lingkungan Pondok Pesantren Annuqayah
  • – Guru Senior, yang sebagian besarnya adalah alumni Pondok Pesantren AnnuqayahLatee
  • – Guru Junior, yaitu santri senior (ustaz) yang bermukim di Pondok Pesantren Annuqayah Latee

PROGRAM TERBARU

  •             Untuk periode kepengurusan saat ini, Madrasah Diniyah Annuqayah Latee melaksanakan 2 program khusus, yaitu:

  • – Hafalan Wajib

  • Berangkat dari usulan sejumlah guru senior dan para masyayikh, bahwa hafalan harus dilestarikan mengingat ia merupakan ciri khas pesantren, maka diwajibkanlah hafalan ini sebagai persyaratan untuk naik ke jenjang kelas berikutnya.

  • – Bahtsul Masa’il

  • Merupakan wadah bagi murid Madrasah Diniyah Annuqayah Latee untuk mengasah khazanah ilmu diniyahnya dalam menjawab problematika yang terjadi di sekitar kita, sekaligus sebagai dokumentasi Madrasah Diniyah Annuqayah Latee.

HAMDALA

  •             Hamdala (Haflatul Imtihan Madrasah Diniyah Annuqayah Latee) adalah wadah yang disediakan oleh pengurus secara umum (Madrasah Diniyah secara khusus) bagi santri untuk mengasah bakat-bakat per individu, baik yang bersifat edukatif maupun non-edukatif.

  •             Dikemas dalam bentuk lomba antar kelas, even ini dilaksanakan pada akhir tahun setelah ujian semester 2 Madrasah Diniyah, sebagai bahan evaluasi bagi pengurus Madrasah Diniyah.

  •             Even ini diparipurnai dengan penutupan, pembagian hadiah, ranking, siswa teladan, sekaligus Temu Wali Santri Pondok Pesantren Annuqayah Latee.

Pengajian Al-Quran dan Kitab

PENGAJIAN AL-QURAN DAN KITAB

SELAYANG PANDANG
  •               Seperti halnya Madrasah Diniyah, Pengajian Al-Quran merupakan elemen vital yang membangun kultur di Annuqayah Latee. Penekanan untuk bisa membaca Al-Quran dengan fasih dan benar sama pentingnya dengan sekolah Madrasah Diniyah bagi santri Pondok Pesantren Annuqayah Latee.
  •             Begitupun dengan Kitab Turats (atau yang lebih dikenal dengan Kitab Kuning). Di pesantren secara umum, pengetahuan akan keilmuan agama merujuk pada kitab kuning, tak terkecuali di Pondok Pesantren Annuqayah Latee. Bahkan ada sebuah dawuh dari ulama terkemuka, bahwa santri tidak harus cakap berbahasa arab, tapi tahu baca kitab merupakan suatu kewajiban.
  •  
PENGAJIAN AL-QURAN
ALOKASI WAKTU
  •             Pengajian Al-Quran di Pondok Pesantren Annuqayah Latee dilaksanakan setelah salat Maghrib berjamaah, dengan alokasi waktu minimal 20 menit.
METODE TILAWATI
  •         Metode ini dikhususkan untuk santri baru di semua tingkat pendidikan formal. Berangkat dari ragam kenyataan yang ada, bahwa tak jarang santri baru yang mendaftar minim akan pengetahuan tajwid, fashahah, mad, dan makharijul huruf, maka diwujudkanlah metode Tilawati ini.
  •        Sama seperti pada majlis santri lama, majlis Tilawati ini juga dilaksanakan setelah salat Maghrib berjamaah, namun biasanya, durasi waktu kegiatan untuk majlis ini sedikit lebih lama.
  •  
MAJLIS SANTRI LAMA
  •             Majlis santri lama dibagi menjadi 4 tingkatan:
  • – Mubtadi’ (pemula)
  • – Mutawassith (menengah)
  • – Mutaqaddim (lanjutan)
  • – Khusus (dibimbing oleh dewan pengasuh)
  •  
TENAGA PEMBIMBING
  •          Baik pengajian Al-Quran di majlis santri lama maupun majlis Tilawati, dibimbing oleh sebagian santri yang dianggap cukup mumpuni dalam bidang ini. Sedangkan untuk majlis tingkatan khusus dibimbing oleh dewan pengasuh.
  •  
METODE BIMBINGAN
  •             Metode bimbingan yang digunakan oleh pembimbing bermacam macam, namun secara garis besar, metode bimbingan yang digunakan ada 2 macam di sesuaikan pada tingkatan majlis-nya:
  • – Sorogan
  • – Tadarus
  •  
PENGAJIAN KITAB
JADWAL & KITAB YANG DIGUNAKAN
  •    Pengajian Kitab di Pondok Pesantren Annuqayah Latee dilaksanakan pada dua waktu:
  • – Pagi, bakda salat Shubuh berjamaah
  • – Sore, bakda salat Ashar berjamaah
  • Sedangkan kitab yang digunakan antara lain:
  • – Tafsir Jalalain
  • – Kifayatul Atqiya’
  • – Fathul Mu’in
  • – Riyadhus Shalihin
  • – Minhajul Qawim
  • – Ayyuhal Walad
  • – Ta’limul Muta’allim
  • – Nashaihul Ibad
  • – Kasyful Ghummah
  • – Ma La ‘Ainun Ra’at
  • – Birrul Walidain
  • – Tanqihul Qaul
PENGASUH
  •            Dewan Pengasuh yang mengisi pengajian kitab ini antara lain:
  • – KH. Abd A’la
  • – KH. A. Hanif Hasan
  • – KH. M. Syafi’i Anshari
  • – KH. Muhammad Musthafa Erfan
  • – KH. Moh. Ramdhan
  • – KH. Maimun Syamsuddin
  • – Lora Nubail ibn Hanif Hasan

Madrasah SkiA

MADRASAH SKIA
  •     Madrasah SKIA merupakan salah satu lembaga pendidikan di Pondok Pesantren Annuqayah Latee yang memberikan pemahaman kepada santri baru mengenai isi buku SKIA yang, bugu pegangang wajib santri. Buku SKIA (Syarat Kecakapan Ibadah Amaliah) ini berisi pokok dasar agama, ushuluddin, yang terdiri dari beberapa cabang ilmu, yaitu, ilmu fikih (syariah), tauhid (akidah), akhlak (tasawuf), dan ilmu tajwid serta beberapa amaliyah yaumiyah lainnya, seperti tahlil, doa-doa penting yang disaring dari berbagai kitab kuning yang biasa digunakan dan dikaji di pesantren.
  •      Sistem pembelajaran di madarasah ini adalah berbentuk klasikal yang masuk setiap hari, selain hari Jumat, bakda salat Ashar berjamaah. Setiap kelas dipetakkan berdasarkan jenjang pendidikan formal yang sedang ditempuh (SD/SLTP, SLTA, atau Perguruan Tinggi). Madrasah ini wajib diikuti oleh seluruh santri baru selama satu tahun pelajaran atau dua semester. Pada semester partama, santri baru akan difokuskan pada pemahaman materi dalam buku SKIA. Selanjutnya, pada semester dua santri akan dibekali hafalan wajib, juga sesuai tingkatan jenjang pendidikan formal, mengenai hal-hal penting yang berkaitan dengan ibadah amaliyah yaumiyah. Hafalan wajib inilah yang menjadi syarat utama kelulusan santri di Madrasah SKIA. Dewan guru terdiri dari ustaz-ustaz senior yang dianggap mampu dan memiliki ilmu yang cukup untuk memberikan pemahaman kepada santri.
  •        Dengan adanya Madrasah SKIA, diharapkan santri baru memiliki pemahaman dasar agama yang penting sebagai pondasi kearifan seorang santri.
  •  
  • Program Pendukung
  • – Praktek ubudiyah, berupa praktek berwudu, praktek salat (salat wajib dan sunah), dan beberapa amaliyah yaumiyah lainnya
  • – Praktek mengkafani jenazah.